Arsip Tag: suku papua

Ragam Suku Bangsa Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke

HASBIHTC.COM – Macam suku yang ada di indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda tapi satu jua. Perbedaan merupakan pemersatu negeri ini. Inilah Indonesia. Negara kepulauan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Bukan sekedar kaya panorama alam nan hijau, namun juga kaya akan suku bangsa.

Ada ratusan suku bangsa di negara Indonesia. Akan tetapi daftar nama suku Indonesia dibawah ini hanya sebagian saja yang hasbihtc sajikan yakni hanya 34 macam suku saja yang tentunya suku-suku berikut ini mewakili dari masing-masing propinsi yang ada di Indonesia silahkan disimak.

Suku di Indonesia

DAFTAR SUKU BANGSA DI INDONESIA

SUKU YANG MENDIAMI PULAU SUMATERA

SUKU ACEH DARI ACEH
Suku yang tinggal Propinsi Aceh yaitu Alas, Kluet, Aceh, Gayo, Melayu Tamiang, Devayan, Haloban, Sigulai, Singkil, Julu, Aneuk Jamee, Pulau dan Simelue. Mengenai Suku Aceh pada masa pra modern hidup dengan cara matrilokal dan komunal. Mereka tinggal di pemukiman yang disebut gampong. Persekutuan dari gampong-gampong membentuk mukim.Saat keemasan budaya Aceh di mulai pada abad ke-16, bersamaan kejayaan kerajaan Islam Aceh Darussalam, serta lalu menggapai puncaknya pada abad ke-17. Orang Aceh biasanya di kenal sebagai pemegang teguh ajaran agama Islam, serta sebagai pejuang militan dalam melawan penaklukan kolonial Portugis dan Belanda.

SUKU BATAK SUMATRA UTARA
Suku yang mediami Propinsi Sumatra Utara yakni Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Fakfak, Batak Toba, Batak Angkola, Melayu, Nias, Maya-maya dan Batak Mandailing. Mengenai Suku Batak adalah sebuah tema kolektif dalam mengidentifikasikan dari banyak suku yang bermukim dan berasal dari Tapanuli serta Sumatera Utara. Suku bangsa yang digolongkan sebagai Batak yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

SUKU MINANGKABAU SUMATRA BARAT
Suku yang tinggal di Propinsi Sumatra Barat yaitu Minangkabau, Panyali, Caniago, Melayu, dan Mentawai, Tanjung Kato Gusci dan Sikumbang. Mengenai Suku Minangkabau atau disingkat Minang menganut sistim kekerabatan matrilineal, serta identik dengan agama Islam. Dalam penuturan awam, orang Minang kerapkali disamakan juga sebagai orang Padang, mengacu pada nama ibu kota propinsi Sumatera Barat Kota Padang. Tetapi, mereka umumnya bakal menyebut kelompoknya dengan sebutan urang awak, punya tujuan samadengan orang Minang itu sendiri

SUKU AKIT DARI RIAU
Suku yang mediami Propinsi Riau yaitu Melayu, Akit, Talang Mamak, Rimba, Sakai, Laut, Bunoi. Adapun Suku Akit adalah suku asli yang menempati wilayah Pulau Rupat tepatnya di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Suku ini sudah lama tinggal pulau ini sebelum suku-suku yang lain menjadikan pulau ini sebagai tempat tinggal.

SUKU SAKAI KEPULAUAN RIAU
Suku yang terdapat di Propinsi Kepulauan Riau yaitu Melayu, Sakai, Siak, Kubu, Bajau, Kerinci, Penghulu dan Batin. Menurut pendapat beberapa ahli mengenai Suku Sakai, adalah percampuran antara orang Minangkabau dengan orang Wedoid yang bermukim pada abad ke 14.

SUKU KERINCI DARI JAMBI
Suku yang terdapat di Propinsi Jambi yakni Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu, serta Bajau. Mengenai Suku Kerinci, namanya berasal dari bhs Tamil, yakni nama bunga kurinji (Strobilanthes kunthiana) yang tumbuh di India Selatan pada ketinggian diatas 1800 m yang mekarnya satu kali selama dua belas tahun. Oleh karena itu Kurinji juga mengacu pada lokasi pegunungan. Dapat di pastikan bahwa interaksi Kerinci dengan India sudah terjalin sejak lama serta nama Kerinci sendiri didapatkan dari pedagang India Tamil.

SUKU MUSI SUMATERA SELATAN
Suku yang menempati Propinsi Sumatra Selatan yakni Melayu, Kikim, Pasemah, Lintang, Semenda, Komering, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, serta Ranau. Mengenai Suku Musi yang di kenal juga dengan Suku Sekayu ialahsebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang berasal dan bermukim di selama tepian Sungai Musi.

SUKU MELAYU BANGKA BELITUNG
Suku yang menghuni Propinsi Bangka Belitung yaitu Melayu, Jawa, Sunda, Banten, Bugis, Banjar, Pelmbang, Madura, Aceh dan Minang, Flores, Maluku, Manado. Mengenai Suku Melayu, namanya suku ini berasal dari Kerajaan Malayu yang terdapat di kawasan Sungai Batang Hari. Dalam perubahannya, Kerajaan Melayu pada akhirnya takluk dan menjadi bawahan Kerajaan Sriwijaya. Penggunaan arti Melayu-pun meluas sampai ke luar Sumatera, mengikuti teritorial imperium Sriwijaya yang berkembang sampai ke Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Jadi orang Melayu Semenanjung berasal dari Sumatera.

SUKU SERAWAI DARI BENGKULU
Suku yang tinggal di Propinsi Bengkulu yakni Suku Rejang, Suku Mukomuko, Suku Serawai, Suku Melayu, Suku Ketahun, Suku lembak, Suku Enggano, Suku Pasemah, Suku pendatang. Mengenai Suku Serawai, sebagian besar penduduknya tingaal dikabupaten Bengkulu Selatan, yakni di kecamatan Sukaraja, Seluma, Talo, Pino, Kelutum, Manna, dan Seginim.

SUKU LAMPUNG DARI LAMPUNG
Suku yang mendiami Propinsi Lampung yakni Pubian, Sungkai, Semenda, Pesisir, Seputih, Tulang Bawang, Sunda, Batak, Melayu, Krui Abung, Pasemah, Jawa, Lampung (Sebatin serta Pepadun). Mengenai Suku Lampung dahulu adalah bagian dari Kerajaan Sriwijaya pada masa itu berpusat di Jambi dan menguasai beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Lampung dan berjaya sampai abad ke-11.

SUKU YANG MENDIAMI PULAU JAWA

SUKU BETAWI DARI DKI JAKARTA
Suku yang mendiamiPropinsi DKI Jakarta yakni Jawa, betawi dan Sunda. Mengenai Suku Betawi yang mempunyai boneka jumbo yang di kenal dengan sebutan ondel-ondel.

SUKU SUNDA JAWA BARAT
Suku yang terdapat diPropinsi Jawa Barat yaitu Suku Sunda. Suku Sunda adalah etnis ke-2 paling besar di Indonesia, setelah suku Jawa. Suku Sunda yang terkenal dengan alat musik tradisionalnya yaitu angklung serta suku ini juga memiliki alat musik unik bernama Karinding.

SUKU BADUY BANTEN
Suku yang ada di Propinsi Banten yakni Baduy, Banten, dan Sunda. Mengenai Suku Baduy mempunyai populasi kurang lebih 5.000 sampai 8.000 orang, dan mereka adalah salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia moderen. Selain itu suku ini juga punya kepercayaan tabu untuk difoto, khususnya masyarakat mendiamiwilayah Baduy dalam.

SUKU SAMIN DARI JAWA TENGAH
Suku yang ada di Propinsi Jawa Tengah yaitu Karimun, Jawadan Samin. Mengenai Suku Samin ialah orang-orang keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, yang mana mereka mengobarkan semangat perlawanan pada Belanda dalam bentuk lain diluar kekerasan. Golongan Samin lebih senang disebut wong sikep, lantaran kata samin untuk mereka mempunyai kandungan makna negatif.

SUKU JAWA DARI DI YOGYAKARTA
Suku yang menempati Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Suku Jawa. Bukan hanya di Yogyakarta, suku Jawa yang merupakan suku bangsa paling besar di Indonesia juga berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada juga Suku Jawa yang berada di Amerika Selatan terpatnya di negara Suriname, hal inidikarenakan pada saat kolonial Belanda suku ini dibawa kesana sebagai pekerja dan saat ini suku Jawa disana di kenal sebagai Jawa Suriname.

SUKU MADURA JAWA TIMUR
Suku yang menghuni Propinsi Jawa Timur yaitu Madura, Tengger, Jawadan Osing. Mengenai Suku Madura merupakan etnis dengan populasinya besar dan tersebar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20. 179. 356 juta jiwa (Sumber Data sensus thn 2014).

SUKU BALI AGA DARI BALI
Suku yang menghuni propinsi Bali yaitu Bali Majapahit, dan Bali Aga. Mengenai Suku Bali Aga salah satu subsuku bangsa Bali yang berasumsi mereka sebagai masyarakat bali yang pribumi atau penduduk asli.

SUKU YANG MENDIAMI NUSA TENGGARA

SUKU SASAK DARI NTB
Suku yang tinggal di Propinsi Nusa Tenggara Barat yakni Sasak, Bali, Samawa, Mata, Kore, Mbojo, Dongo Dompu, Sumba dan Tarlawi. Mengenai Suku Sasak, kemungkinan berasal dari kata Sak-sak yang berarti sampan. Dalam Kitab Negara Kertagama kata Sasak dimaksud menjadi satu dengan Pulau Lombok. Ialah Lombok Sasak Mirah Adhi. Dalam tradisi lisan penduduk setempat kata sasak dipercaya berasal dari kata “sa’_saq” yang berarti yang 1. Selanjutnya Lombok berasal dari kata Lomboq yang berarti lurus. Jadi bila di gabung kata Sa’ Saq Lomboq berarti sesuatu yang lurus.

SUKU BIMA DARI NTT
Suku yang mendiamiPropinsi Nusa Tenggara Timur (NTB) yaitu Sumba, Sabu, Rote, Helong,, Kedang, Dawan, Bima, Alor, Tatum, Melus, Lie, Kemak, Manggarai, Lamaholot, Sikka, Krowe, Ende, Bajawa, Flores Nage serta Riung. Mengenai Suku Bima sudah mendiami Kabupaten Bima dan Koa Bima sejak zaman kerajaan Majapahit. Suku ini mempunyai cadar khas dari sarung yang dinamai rimpu.

SUKU YANG MENDIAMI PULAU KALIMANTAN

SUKU DAYAK KALBAR
Suku yang menempati Propinsi Kalimantan Barat yakni Kayau, Dayak, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Punau, Melayu-Pontianak serta Ngaju. Mengenai Suku Dayak sesungguhnya mengacu pada penghuni pedalaman yang menempati Pulau Kalimantan secara keseluruhan.

SUKU OT DANUM KALTENG
Suku yang tinggal di Propinsi Kalimantan Tengah yakni Kapuas, Dayak, Ot Danum, Ngaju, Dusun, Lawangan, Katingan, Maanyan, Bukumpai serta Taboyan. Adapun Suku Ot Danum yang juga di kenal dengan Malahoi, suku Dohoi atau Uud Danum, Danum yaitu grup etnis yang menghuni wilayah Pegunungan Schwaner.

SUKU BANJAR DARI KALSEL
Suku yang menghuni Propinsi Kalimantan Selatan yakni Ngaju, Bakumpai, Laut, Maanyan, Bukit, Balangan, Dusun, Deyah, Aba, Melayu Dayak dan Banjar. Adapaun Suku Banjar berjumlah kurang lebih 4, 1 juta jiwa. Sejumlah sekitar 2, 7 juta orang Banjar tinggal di Kalimantan Selatan dengan nyaris separuh orang Banjar yang lain berada di perantauan.

SUKU TIDUNG KALTIM
Suku yang tinggal di Propinsi Kalimantan Timur yakni Otdanum, Ngaju, Punan, Apokayan, Murut, Kutai, Kayan, Dayak Punan, Bugis dan Abal, Bulungan, Tidung, Berusau dan Kenyah. Mengenai Suku Tidung, awal mulanya memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Namun saat ini kerajaan Tidung sudah runtuh disebabkan politik adu domba penjajah Belanda.

SUKU BULUNGAN DARI KALUT
Suku yang menghuni Propinsi Kalimantan Utara yakni Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Banjar, Suku Dayak, Suku tidung, Suku suluk, dan suku Bulungan. Mengenai Suku Bulungan pada zaman dulu adalah Kesultanan

Bulungan yan saat ini sudah tidak ada disebabkan tragedi Bultiken, yakni peristiwa pembant4ian yang dikerjakan oleh tentara Indonesia yang di pimpin oleh Letnan B. Simatupang, atas perintah Pangdam IX Mulawarman waktu itu yakni Brigadir Jendral Suhario pada beberapa pejabat serta keluarga kerajaan Kesultanan Bulungan, dan tindakan pembakaran istana Bulungan dan penjarahan dan perampasan harta benda milik Kesultanan Bulungan yang juga dilakukan oleh para tentara tersebut .

SUKU YANG MENDIAMI PULAU SULAWESI

Suku Bugis dari Sulawesi Selatan
Suku yang tinggal di Propinsi Sulawesi Selatan yakni Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Konjo, Sa’dan. Mengenai Suku Bugis merupakan suku yang tergolong ke suku-suku Melayu Deutero. Datang ke Sulsel setelah gelombang migrasi pertama yang berasal dari Yunan daratan Asia. Asal usul kata “Bugis” bermuasal dari kata To Ugi, yang bermakna orang Bugis

Suku Minahasa dari Sulawesi Utara
Suku yang menempati Propinsi Sulawesi Utara yakni Minahasa, Gorontalo, Sangir, Bolaang Mangondow, Talaud, Morotai, Loda, Ternate, Togite,, Halmahera, Obi, serta Tidore. Mengenai Suku Minahasa adalah suku bangsa paling besar di propinsi Sulawesi Utara.

Suku Gorontalo dari Gorontalo
Suku yang menempati Propinsi Gorontalo yakni Gorontalo, Suwawa, Manado, Atinggola, Polahi. Mengenai Suku Hulondalo atau Gorontalo merupakan masyarakat asli propinsi Gorontalo yang terdapat dibagian utara pulau Sulawesi.

Suku Toraja
Suku yang ada di Propinsi Sulawesi selatan dan barat yakni Toraja, Mandar, Bugis, Makassar serta Jawa. Mengenai Suku Toraja tidak hanya banyak tinggal di Sulawesi Barat, namun juga Sulawesi Selatan. Kata toraja berasal dari bahasa Bugis, To Riaja, yang bermakna “orang yang berdiam di negeri atas”.

Suku Mori dari Sulawesi Tengah
Suku yang ada di Propinsi Sulawesi Tengah yakni Toli-toli, Tomini, Buol, Dompelas, Kaili Suluan, Mori, Kulawi, Lore, Pamona, Bungku, Balantar, Balantak dan Banggai. Mengenai Suku Mori, lokasi otoritasnya mencakup Kabupaten Morowali bagian utara. Satu diantara tokoh Mori yang populer adalah Raja Mori yang bernama Marunduh, ia populer dengan semboyan “Metumbah allo komba aku monsuka”.

Suku Buton dari Sulawesi Tenggara
Suku yang menghuni Propinsi Sulawesi Tenggara yakni Mapute, Tolaiwiw, Mekongga, Landawe, Tolaki, Kabaina, Bungku, Butung, Muna, Buton, Muna, Kulisu, Laki, Wolio, Moronene, Wononii, serta Bugis. Mengenai Suku Buton yaitu orang-orang yang menempati wilayah kekuasaan Kesultanan Buton. Beberapa daerah itu saat ini sudah jadi beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

SUKU YANG MENDIAMI PULAU MALUKU

SUKU BURU MALUKU
Suku yang menghuni Propinsi Maluku yakni Buru, Kei, Banda, Seram, Ambon, Rana, Furu-furu serta Alifru. Mengenai Suku Buru, grup etnis ini umumnya tinggal di pulau Buru. Mereka juga menyebut diri gebfuka atau gebemliar yang dengan cara harfiah bermakna “orang tanah” atau “orang dunia”.

SUKU TOGUIL MALUKU
Suku yang tinggal di Propinsi Maluku Utara yakni Halmahera, Ternate, Bacan, Obi, Morotai, Module, Pagu, Kao, Buli, Patani, serta Makian Barat. Mengenai Suku Togutil (atau di kenal sebagai Suku Tobelo Dalam) yaitu golongan/komunitas etnis yang hidupnya di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Tukur-Tukur, Lolobata, Totodoku, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam kawasan TN Aketajawe Lolobata, Kab Halmahera Utara dan Maluku Utara. Orang Togutil sendiri tidak mau disebut “Togutil” lantaran Togutil bermakna konotatif yang berarti “terbelakang”.

SUKU YANG MENDIAMI PAPUA

SUKU DANI PAPUA BARAT
Suku yang mendiami Propinsi Papua Barat yakni Arfak, Asmat, Mey Brat, Dani, serta Sentan. Mengenai Suku Dani di kenal sejak beberapa ratus tahun lalu sebagai petani yang trampil serta sudah memakai perkakas/alat yang seperti kapak pisau, batu yang dibuat dari tulang binatang, bambu serta tombak yang di buat memakai kayu galian yang terkenal sangat kuat dan berat.

SUKU ASMAT PAPUA
Suku yang menempati Propinsi Papua yakni Dani, Amungme, Sentani, Nimboran, Jagai, Tobati dan Asma. Mengenai Suku Asmat di kenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terdiri dua yakni suku asmat pesisir pantai dan suku asmat pedalaman. Ke-2 populasi ini sama-sama berbeda keduanya dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial serta ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam 2 bagian yakni suku Bisman yang ada di antara sungai Nin dan sungai Sinesty serta suku Simai.

Nah Demikianlah ulasan singkat hasbihtc mengenai daftar suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke , semoga dapat menabah wawasan budaya kita semua.

Mengenal Sejarah Budaya Suku Dani Papua

HASBIHTC.COM – Mengenal Sejarah Budaya Suku Dani Papua, Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea Irian Jaya. Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea. Papua memang memiliki daya tarik dan eksotisme tersendiri. Selain memiliki pemandangan yang luar biasa sebagai pemanja mata, provinsi paling terujung Indonesia ini memiliki aneka ragam budaya

Dan pesona Burung endemik Tanah Papua yaitu Cendrawasih serta keunikan dari suku yang bermukim di dalamnya. Salah satunya diantaranya adalah Suku Dani yang mendiami sebuah wilayah di Lembah Baliem, Wamena, Papua.

Mengenal Budaya Suku Dani Papua

Suku Dani Papua Sumber Gambar trek-papua com

Mengenal Budaya Suku Dani Papua

Meskipun banyak orang menyebut mereka dengan sebutan Suku Dani, namun orang Suku Dani sendiri menyebut mereka sebagai Suku Parim. Suku Dani atau Suku Parim ini termasuk suku yang masih memegang teguh kepercayaan mereka. Salah satunya adalah selalu memberi hormat pada orang-orang yang sudah meninggal. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengadakan upacara serta penyembelihan babi.

Suku Dani juga merupakan salah satu suku di Papua yang masih mengenakan Koteka yang terbuat dari kunden kuning. Para wanitanya pun masih menggunakan pakaian berjuluk wah yang berasal dari rumput serat dan tinggal di Honai-Honai sebuah gubuk yang beratapkan jerami atau ilalang.

Honai-Honai

Rumah Honai-Honai Sumber Gambar trek-papua com
Sebagian masyarakat Suku Dani sudah memeluk agama Kristen, akibat pengaruh misionaris Eropa yang pernah datang ke lokasi tersebut sekitar tahun 1935. Kendati demikian Suku Dani masih memiliki kepercayaan adat yang lebih dikenal dengan konsep yang dinamakan Atou yang dipercaya bahwa segala kesaktian yang dimiliki oleh para leluhur suku Dani diberikan secara turun temurun kepada kaum lelaki. Kesaktian tersebut antara lain kesaktian menjaga kebun, kesaktian mengobati atau menyembuhkan penyakit sekaligus menghindarinya, serta kesaktian untuk memberi kesuburan pada tanah yang digunakan untuk bercocok tanam. Suku Dani juga memiliki simbol yang mereka namakan Kaneka. Lambang tersebut dipakai saat upacara tradisi yang bersifat keagamaan.

Meskipun suku dani tinggal di hutan-hutan dengan iklim tropis yang sangat kaya akan flora dan fauna papua ini masih melakukan serangkaian upacara adat, salah satunya adalah Rekwasi. Rekwasi adalah sebuah upacara adat yang dilakukan untuk menghormati para leluhur. Di Rekwasi, para prajurit biasanya akan membuat tanfa dengan lemak babi, kerang, bulu-bulu, kus-kus, sagu rekat, getah pohon mangga, dan bunga-bungaan di bagian tubuh mereka. Saat melakukan upacara ini, para peserta juga melengkapi dirinya dengan senjata tradisional seperti tombak, kapak, parang, dan juga busur beserta anak panahnya.

Kepercayaan suku Dani menganut konsep yang dinamakan Atou. Artinya adalah segala kesaktian yang dipunya oleh para leluhur suku Dani diberikan secara turun temurun kepada kaum lelaki. Menurut budaya suku Dani, jenis kesaktian tersebut antara lain adalah kesaktian agar bisa punya kekuatan untuk menjaga kebun, kesaktian agar mampu mengobati atau menyembuhkan penyakit sekaligus menghindarinya dan kesaktian untuk memberi kesuburan pada tanah yang digunakan untuk bercocok tanam.

Untuk memberi penghormatan pada arwah leluhur, suku Dani menciptakan lambang untuk mereka sendiri yang dinamakan dengan Kaneka. Fungsi Kaneka ini adalah dipakai atau dimunculkan ketika sedang diselenggarakan upacara tradisi yang bersifat keagamaan untuk membuat semua anggota masyarakat bisa sejahtera serta sebagai simbol ketika akan memulai perang dan mengakhirinya.

Hubungan Keluarga Suku Dani

  1. Budaya suku Dani dalam menjalani hubungan antar masyarakat menggunakan sistem yang terbagi dalam tiga jenis tingkat hubungan kekeluargaan, yaitu :
  2. Hubungan kekeluargaan yang paling kecil. Meliputi sebuah kumpulan yang terdiri dari dua sampai tiga keluarga yang secara bersama-sama tinggal di sebuah komplek yang ditutup dengan pagar. Sistem ini dinamakan ukul atau klan yang kecil.
  3. Hubungan antar suku Dani yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok ukul. Hubungan ini diberi nama ukul oak atau ukul besar.
  4. Hubungan teritorial, yaitu kesatuan dari teritorial paling kecil suku Dani. Merupakan gabungan dari ukul besar yang diberi nama uma. Kelompok ini selalu dipimpin oleh laki-laki.

Memilih Pemimpin Suku Dani
Agar selalu hidup secara rukun dan damai dengan menjunjung semangat kebersamaan, orang suku Dani membuat semacam organisasi yang diketuai oleh kepala suku. Dia dipilih secara turun temurun dan mendapat panggilan Ap Kain. Untuk menjalankan tugasnya, Ap Kain dibantu oleh tiga kepala suku yang lain di bawah kedudukannya. Mereka ini mendapat julukan Ap Menteg, Ap Horeg dan Ap Ubaik. Tugas mereka adalah mengurus perawatan kebun dan binatang ternak babi. Selain itu juga menjadi penengah sekaligus hakim ketika ada perselisihan antar suku Dani.

Meski dipilih melalui jalur keturunan, ketua suku yang terpilih tetap harus memenuhi berbagai syarat. Antara lain adalah memiliki pengetahuan tinggi tentang ilmu pertanian, ramah dan rendah hati, terampil berburu, punya nyali yang tinggi, bisa melakukan komunikasi dengan baik dan punya keberanian tinggi untuk melakukan perang ketika ada masalah dengan suku lain.

Masih banyak keunikan tradisi warisan leluhur yang tersimpan pada Suku Dani yang dijaga dengan sangat baik oleh warganya. Mereka percaya bahwa menghormati para nenek moyang serta leluhur merupakan cara yang tepat dalam menghargai alam serta isinya.

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com