Arsip Tag: Puasa Ramadhan

Tips Menjalani Puasa Ramadhan Selama Hamil

Hasbihtc.com – Tips berpuasa selama hamil. Selama ibu hamil dan telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan.

Bagai Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangatlah berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus supaya puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah yang bisa mendatangkan berkah dan juga tetap dapat menjadikan kandungan yang sedang dijalani selalu sehat. Berikut beberapa tips hasbihtcom yang dapat diterapkan bagi ibu hamil selama berpuasa:

Tips Menjalani Puasa Ramadhan Selama Hamil
Tips Menjalani Puasa Ramadhan Selama Hamil

Tips Berpuasa Selama Hamil

1. Disaat sahur Ramadhan

  • Pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
  • Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral untuk menjaga vitalitas tubuh.
  • Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
  • Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu disaat sahur hak ini dapat mengurangi ancaman anemia atau kurang darah bagi ibu hamil.

2. Saat Berpuasa Menahan Lapar Dan Haus

  • Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.
  • Cukup istirahat bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
  • Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
  • Buang jauh kebiasaan dorongan untuk marah.
  • Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami
  • Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  • Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
  • Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
  • Merasa Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

3. Saat Berbuka Bagi Wanita Hamil

  • Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  • Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau kurma.
  • Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
  • Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

Demikianlah Ulasan hasbihtcom mengenai Tips berpuasa selama hamil semoga bisa bermanfaat bagi Anda Kaum Hawa dalam Menjalani puasa, Wassalam.

Hikmah Ramadhan Dan Keajaiban Lailatul Qadar

HASBIHTC – Tinggal beberapa hari lagi malam seribu bulan akan tiba tentunya kita ummat muslim pengen tahu Amalan Sunah Di Malam Lailatul Qadar keutamaan Malam Lailatul Qadar Apa itu Malam Lailatul Qadar? Mungkin sebagian orang masih belum begitu memahami apa yang dimaksud dengan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar Menurut sedikit pengetahuan yang saya dapat, malam lailatul qadar itu adalah sebuah malam yang apabila kita mendapatkannya dan kita beribadah pada disaat itu juga, maka ibadah kita itu lebih baik dari ibadah di 1000 bulan itulah tanda-tanda malam lailatul qadar

Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar
Lailatul Qadar

Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar

Munculnya malam Lailatul Qadar itu di malam-malam ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, banyak amalan-amalan sunah di malam lailatul qadar, namun pada intinya pada 10 terakhir bulan Ramadhan kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mungkin kalau memang rezeki, kita bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar berikut dibawah ini ada beberapa Fadhilah Malam Lailatul Qadar dan Beberapa Amalan Sunah Saat Malam Lailatul Qadar.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (al-Qadr: 1-5).

Ibnu ‘Uyainah berkata, “Apa yang disebutkan di dalam AI-Qur’an dengan kata ‘Maa adraaka’ ‘apakah yang telah memberitahukan kepadamu’ sesungguhnya telah diberitahukan oleh Allah. Apa yang disebutkan dengan kata kata ‘Maa yudriika’ ‘apakah yang akan memberitahukan kepadamu’, maka Allah belum memberitahukannya.

Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.

Dari beberpa keutamaan berikut Hikmah Ramadahan Malam Lailatul Qadar

“Sesunguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr [97]: 1-5).

Saudaraku, begitu besar kasih sayang yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Lihattlah kita, manusia, sebagai hamba-Nya dengan tabiat yang sering jatuh bangun dalam lumpur dosa. Namun Allah senantiasa mengasihi dengan memberi kita kemudahan-kemudahan untuk mensucikan diri dari karat-karat dosa dan kemaksiatan. Tak bisa dibayangkan, sebesar apa noda hitam kemaksiatan itu tergores dalam hati, apabila Allah tidak melimpahkan ampunan-Nya yang Maha Luas.

Ramadhan, merupakan salah satu sarana yang Allah berikan kepada kita memperoleh ampunan-Nya. Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada hamba-Nya melalui Ramadhan ini, sehingga wajar kalau Rasulullah mengekspresikan keutamaannya dengan perkataan “Apabila umat ini tahu apa yang ada dalam Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan hal itu selam satu tahun penuh.” (HR Tabrani).

Bahkan salah satu malam yang diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah saw, bersabda, “Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadr, niscaya diampuni dosa-dosanya yang sudah lewat. (HR Bukhari dan Muslim)

Banyak penjelasan Rasulullah saw yang sampai pada kita tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh berkah ini. Sebagai malam yang terbaik dan paling barakah diantara malam yang ada, didalamnya Allah telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungan-Nya di hari akhir, akan melipatgandakan sampai 1000 bulan untuk amal-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini.

Banyak sekali hadist yang menerangkan bahwa kaum muslim hendaklah mencari lailatul qadar diantara tanggal ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari) atau tujuh malam terakhir bulan itu (HR Bukhari). Tampaknya bagi kita tidak menjadi persoalan kapan lailatul qadar itu didatangkan, tetapi yang penting adalah menjemput kedatangannya pada setiap waktu dan mempersiapkan diri untuk itu. Mungkin lebih baik jika kita pusatkan perhatian pada kesiapan mental, kejernihan hati, ketulusan jiwa, keadilan pikiran, kepenuhan iman kita, serta totalitas iman dan kepasrahan jiwa kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Karena itulah, Ramadhan dengan lailatul Qadar-Nya sebagai media yang bisa mengantarkan kita pada kesucian. Adalah sangat disunahkan bagi kita untuk berusaha memperolehnya dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang baik. Rasulullah, suatu ketika mengatakan “Barang siapa beramal pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. Tidak berlebihan memang, kalau Allah menamainya yang kebaikannya melebihi seribu bulan.

Tentu alangkah sombongnya manusia yang sangat membutuhkan pengampunan dari Allah atas perbuatan-perbuatan mereka yang banyak menyimpang, apabila mereka menyia-nyiakan kesempatan emas yang bersifat tak tentu akan mereka dapatkan di masa-masa yang akan datang. Siapa yang bisa menjamin bahwa usia kita akan sampai Ramadhan tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena itu merupakan keharusan yang tidak bisa tidak bagi kita, untuk mengejarnya, sehingga janji-janji Allah yang telah ditaburkan itu benar-benar bisa kita dapatkan.

Berangkat dari sini, kita bisa menyikapinya dengan senatiasa mengoptimalkan ibadah kita di 10 malam terakhir dalam bulan yang penuh rahmat ini. Dengan begitu kita tidak khawatir akan terlepas dari malam lailatul qadar. Karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.

Kemudian setelah paparan diatas, kita sebagai hamba Allah yang benar-benar memahami kebenaran kekuasaannya sadar bahwa usaha kita dalam mencari lailatul qadar ini adalah untuk membuktikan dan merealisasikan penghambaan kita kepada Allah Swt, sehingga hal itu mengingatkan kita, seharusnya kita bersama-sama mendekatkan diri kapanpun dan dimanapun, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Semoga Allah Yang Maha Agung, memberi kesempatan kepada kita untuk mengecap, menikmati, dan melampaui malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan ini dengan kesungguhan beribadah dan keikhlasan hati.

Saudaraku yang budiman, para ulama menerangkan bahwa hikmah disembunyikannya malam qadar, tidak ditegaskan malamnya, ialah supaya kita berusaha mencarinya, meningkatkan ibadah di setiap malam, membanyakkan doa semoga memperolehnya, sebagaimana yang dilakukan ulam salaf.

Saudaraku yang baik, Rasulullah SAW sengaja memperlihatkan keistimewaan yang ada pada malam kemuliaan (lailatul qadr) yang penuh berkah itu. Karena beliau tahu bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki bani Israil yang selama 1000 bulan selalu memakai pedang berjuang dijalan Allah.

Karena umur ummatnya tidak ada yang sepanjang itu, maka Allah menurunkan surat Al-Quran yang menerangkan mengenai malam kemuliaan itu: “Sesungguhnya kami menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajr” (Al Qadr 1-5).

Al Qadr berarti kemuliaan atau tempat kedudukan yang tinggi, atau dikatakan juga takdir (ketentuan) dan keduanya dianggap benar. Ia merupakan tempat menentukan segala urusan dalam setiap tahun, seperti firman Allah: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkati, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (Ad Dukhan 3-4).

Seribu bulan lebih lamanya daripada 83 tahun (sepanjang umur manusia). Dan melakukan ibadah pada malam itu pahalanya setara dengan melakukan ibadah sepanjang masa. Tentu saja itu merupakan kemurahan. Oleh karena itulah Rasulullah menjadi orang yang paling antusias untuk melakukannya.

Demi hal itu beliau melakukan i’tikaf di masjid, seraya melepaskan diri dari segala kesibukan dunia. Beliau bersabda: “Barang siapa melakukan ibadah pada malam kemuliaan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.

Suatu hal yang perlu diperhatikan mengenai keistimewaan malam kemuliaan ini ialah, bahwa Allah memuliakan segenap manusia dengan cara menurunkan cahaya petunjuk pada malam itu. Karenanya, gelap kesesatan hilang sirna. Pada malam itu Allah menghidupkan hati manusia kalau mereka mau melakukan amal-amal yang saleh. Pada malam itu turun para malaikat dan termasuk juga Jibril.

Satu lagi keistimewaan malam kemuliaan tersebut ialah, kalau peristiwa turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW membawa wahyu sudah berlalu, maka pada malam kemuliaan itu seakan-akan merupakan rekonstruksinya ataupun demi pembaharuan kesejahteraan bagi manusia. Apabila Jibril waktu itu turun dengan membawa wahyu dan syariat Islam, maka pada malam kemuliaan itu beliau turun lagi setelah mendapat izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan yang berlaku setahun bagi penghuni bumi. Para malaikat pun ikut turun dengan membawa segenap kesejahteraan. Pada malam itu seolah-olah seluruh dunia tengah terjaga menyambut tanda-tanda kesejahteraan, kedamaian, kebajikan dan keselamatan.

Ini mendorong kita untuk menyuarakan kepada segenap dunia bahwa sesungguhnya agama kita dan misi atau risalah nabi kita, adalah agama dan misi kesejahteraan yang selalu diperbaharui setiap tahunnya.

Malam kemuliaan merupakan karunia yang tiada duanya. Siapapun yang sampai terlambat memanfaatkannya, maka sama halnya ia telah berlaku aniaya terhadap dirinya sendiri. Karena istrinya Aisyah ra, Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat:
“Apabila kamu mendapati malam itu (lailatul qadr), maka bacalah do’a ini: Allahumma innaka ‘afqun tuhibbul ‘afwa fa’annii. (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku)” (HR Tarmidzi).

Do’a tersebut mencakup segala kebajikan. Masalahnya kalau orang sudah diberikan ampunan, maka jiwa dan raganya akan terpelihara. Ia pun akan dipelihara dari hisab (perhitungan amal) dan siksa, sehingga ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW sudah menjelaskan kepada para sahabatnya mengenai tanggal dari pada malam lailatul qadr tersebut, yakni disekitar bilangan sepuluh hari yang terakhir pada bulan Ramadhan. Agaknya masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan, karena seluruh malam yang ganjil dari sepuluh malam terakhir, terdapat hadist yang memaparkan bahwa malam itu adalah lailatul qadr. Menurut pandangan kami (Athiyah Muhammad Salim), yang tepat ialah bahwa lailatul qadr itu tidak menentu dan berpindah-pindah.

“Ya Allah, tolonglah kami untuk bisa melakukan ibadah pada malam kemuliaan. Berikan kepada kami berkat kebajikannya. Ampunilah kami. Terimalah permohonan kami agar Engkau berkenan membebaskan kami semua dari siksa neraka. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha mendengar dan yang maha mengabulkan do’a. Semoga shalawat dan salam sejahtera Allah senantiasa terlimpah bagi hamba dan Rasul-Nya yang mulia Muhammad SAW”.

Rasulullah SAW bersabda: “Perangilah nafsu kamu dengan menahan lapar dan dahaga, karena pahalanya seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak ada amalan yang disukai di sisi Allah daripada menahan lapar dan dahaga”. Wallahu a’lam.(*)

Demikianla ulasan saya mengenai Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar semoga dapat bermanfaat, referensi Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com

Rahasia Tahan Lapar Haus Saat Berpuasa

HASBIHTC.COM – Rahasia tahan lapar haus saat berpuasa Pengen tahu rahasia besar untuk tahan haus? Biar tetep semangat saat berpuasa saat cuaca sepanas apapun, Untuk ini, yang harus lakukan adalah sebagai berikut cara tahan haus puasa ini saya sering lakukan tiap hari dan hasilnya lumayan manjur lho, hanyalah Sahur di waktu yang sudah hampir finish or imsak tinggal 30 menit Niat untuk

Menjalankan puasa, lalu makan dan minum sahur seperti biasa, dan setelah semuanya selesai, yang harus kamu lakukan adalah Minum segelas air hangat dianjurkan dalam 1 gelas terkomposisi sepertiga air panas, dan seperempat air biasa Ya, hanya itulah yang sobat sobit2 muslimin dan muslimat lakukan sebelum menjalankan aktivitas ibadah puasa sampai buka puasa tiba, berikut alasan logika Rahasia Tahan Lapar Haus Saat Berpuasa

Rahasia Tahan Lapar Haus Saat Berpuasa
Rahasia Tahan Lapar Haus Saat Berpuasa

Rahasia Tahan Lapar Haus Saat Berpuasa

Mau tau alasan ilmiahnya?
Rahasia tahan haus saat puasa
Rasa haus pada saat puasa salah satunya disebabkan oleh zat zat yang masih tertinggal di tenggorokan air yang hangat menggelontor zat zat manis yang ada di tenggorokan sehingga mengurangi rasa haus pada saat puasa

Jadi gak ada alasan untuk meninggalkan ibadah puasa, apalagi ninggalin puasa buat niat bolong, udah gak jaman lagi kawaaaaaan………….

Ayo targetkan puasa kamu sebulan penuh sampe penuh….
terimah kasih telah membaca Artikel Rahasia tahan haus saat puasa semoga dapat bermanfaat, Mat Berpuasa Wassalam, Baca juga Cara Sehat Berpuasa

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com

Berbuka Dan Sahur Menurut Nabi Muhammad SAW

Cara Rasulullah dalam berbuka Dan Sahur, Nabi muhammad saw adalah nabi akhir zaman tidak ada lagi nabi setelah beliau, maka dari itu kita sebagai ummat muslim perlu meneladani beliau nabi Muhammad salah satu diantara sifat dan contoh yang patut kita teladani ialah cara rasulullah makan dan minum saat berbuka dan sahur ramadhan maka dari itu saya hasbihtc akan berbagi tips sehat ala Rasulullah, Waktu berbuka, adalah waktu yang ditunggu-tunggu.

Waktu yang dinanti-nantikan oleh orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, jika tiba waktu berbuka, terasa gembira dan bahagia sekali, bahkan detik-detik menjelang berbuka, menjelang beduk berbunyi, rasanya sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata, dengan angka dan aksara. Betapa gembira dan bahagianya ketika itu terasa memenuhi seluruh rongga, jiwa dan raga.

Berbuka dan Sahur Puasa Nabi SAW
Berbuka dan Sahur Puasa Nabi SAW

Berbuka dan Sahur Menurut Nabi Muhammad SAW

Justru itulah maka Rasulullah mengatakan bahwa orang yang berpuasa itu akan mendapat dua kegembiraan sebagaimana sabda beliau: Orang yang berpuasa itu akan mendapat dua kegembiraan yang pertama gembira ketika berbuka, dan yang kedua gembira ketika berjumpa dengan Tuhannya di kemudian hari nanti.

Walaupun berbuka hanya segelas air putih, akan tetapi terasa begitu nikmat ketika meminumnya bahkan lebih nikmat bila dibandingkan dengan meminum segelas kopi susu atau teh manis bagi orang yang tidak puasa, tapi kendatipun demikian, jangan pula dijadikan waktu berbuka itu seakan tempat melepaskan dendam.

Dikarenakan seharian menahan lapar dan dahaga, menahan diri dari bersenggama, dan dari yang membatalkan puasa, maka begitu tiba waktu berbuka semua dimakan dan diminum. Seakan tidak boleh ada makanan dan minuman yang tersisa.

Selagi selera masih mau, selagi makanan atau minuman masih ada, semua disikat, tanpa memperhitungkan daya tampung perut dan kekuatannya untuk mencerna. Akhirnya jangankan untuk melaksanakan sholat, mau berdiri dan bangun saja dari tempat duduk sudah terasa payah bahkan ada yang sempat muntah karena kekenyangan.

Yang demikian itu bukan saja tidak mendapat pahala dikarenakan tidak mengikuti cara Rasulullah dalam berbuka, akan tetapi tidak jarang mengundang datangnya penyakit. Di mana perut atau usus yang tadinya kosong kemudian diisi sebanyak-banyaknya secara mendadak tanpa didahului dengan mukadimah. Maksudnya dengan minuman atau makanan ringan sebagai pendahulu.

Usus yang bagaimana yang tidak akan rusak kalau demikian caranya. Padahal salah satu rahasia puasa itu untuk menjadi orang bertambah sehat, Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

“Shuumuu tashih-huu” (Puasalah kamu agar kamu sehat)

Tata Cara Berbuka yang baik
Dalam hal berbuka ini ada tata cara yang harus kita ikuti, Tata cara itu sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam salah satu haditsnya yang berbunyi:

Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci, Hadits Nabi ini menggambarkan kepada kita bagaimana cara berbuka yang baik. Yaitu dengan makanan yang manis, yang lunak dan mudah dicerna.

Biasanya rasulullah kalau berbuka didahului dengan meminum air zam-zam atau air putih yang kemudian diiringi dengan beberapa biji kurma. Yang demikian itu boleh dikatakan sebagai mukadimah. Dengan kata lain, begitu masuk waktu berbuka maka tidak semua langsung dimakan atau disikat.

Rasulullah dalam setiap berbuka atau katakanlah setiap waktu makan, tidak pernah terlalu kenyang. Bahkan tidak sampai kenyang kurang lebih 2/3 dari perut itu yang diisi, dan 1/3 lagi dikosongkan hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

Yang lebih penting untuk diperhatikan dalam berpuasa ini bukan sekedar mengosongkan perut, tapi waktu mengisinya kembali yaitu waktu berbuka perlu diperhatikan. Kalau tidak, bahaya yang akan datang. Justru itu makan dan minum janganlah berlebihan atau kekenyangan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al’araf ayat 31 yang artinya: “Dan makan dan minumlah kamu, akan tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”

Justru itulah masalah makanan ini perlu juga dijaga dan diperhatikan. Maksudnya tidak semua harus dimakan atau ditelan. Akan tetapi harus dipertimbangkan daya tampung perut dan kemampuannya untuk mencerna. Kalau tidak, hal ini nanti akan bisa menimbulkan bencana terhadap fisik.

Bahkan bukan hanya sekedar itu. Kata orang-orang ahli Tasawuf “Memperturutkan selera atau kemauan perut dalam masalah makan tanpa ada batas sebagaimana yang digariskan oleh Rasulullah, yaitu berhenti sebelum kenyang, dengan kata lain orang yang makannya banyak, maksudnya setiap makan selalu kekenyangan, juga bisa menjadi penyakit jiwa. Yaitu penyakit loba, tamak dan serakah.”
Awali dengan do’a buka puasa
Setidaknya ketika akan berbuka bacalah bismillah. Dan akan lebih bagus lagi, lalu diiringi dengan do’a. umpamanya do’a sebagai berikut ini :

Allaahummalaka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu dzahaba zhomau wa abtal-latil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaaa Allaahu ta’alaa birohmatika yaa arhamar-rohimiin.” (Yaa Allah! Karena-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah (segar), Mudah-mudahan tetap pahalanya. Dengan rahmat-Mu, wahai dzat yang Maha Pengasih)

Dan akan bertambah bagus lagi, kalau sesudah berbuka, setiap selesai makan, bacalah do’a sesudah berbuka sebagai berikut:

Alhamdulillaahil-ladzii ath ‘amanaa wasaqoonaa wal’alnaa minasy-syakiriin artinya Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami. Dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bersyukur

Mempercepat berbuka
Mempercepat berbuka di sini bukan berarti berbuka sebelum waktunya, tidak. Akan tetapi begitu tiba waktunya langsung berbuka. Jangan sekali-kali ditunda dengan mengerjakan sholat maghrib terlebih dahulu baru berbuka. Sebab yang demikian itu tidak akan menambah pahala. Tapi kalau kita cepat berbuka, kita akan mendapat pahala dari amalan sunah yang kita kerjakan itu. Sebab mempercepat berbuka itu hukumnya sunah.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

Manusia itu selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.
(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Kemudian ada satu lagi hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang artinya: “Adalah Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa biji kurma sebelum Sholat.”

Memberikan Perbukaan
Bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah. Bulan di mana amal ibadah kita dilipat-gandakan pahalanya. Justru itulah sebaik-baiknya sedekah itu pada bulan Ramadhan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Turmuzi dari Anas bin Malik yang berbunyi: “Afdholush shodaqoti shodaqotun fii romadhoona artinaya Seutama-utamanya sedekah ialah di bulan Ramadhan

Sedekah yang lebih besar lagi pahalanya ialah memberi orang yang berbuka. Hal ini dijelaskan oleh Nabi di dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Achmad dari Zaid bin Khalid yang artinya: “Barangsiapa yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa

Niscaya dia akan memperoleh pahala sebagaimana yang diperoleh orang yang mengerjakannya dengan tidak kurang sedikitpun.” dari keterangan kedua hadits tersebut semakin jelas bagi kita bahwa bersedekah di bulan Ramadhan itu mendapat nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bersedekah di bulan lain.

Dengan memberi sedekah kepada orang yang berpuasa dengan jalan memberinya berbuka, akan mendapat pahala yang sama pahalanya dengan orang yang megerjakan puasa itu. sumber: buku “Puasa bukan sekedar kewajiban

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com

Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa

HASBIHTC.COM – Cara sehat menjalankan ibadah puasa menjani puasa memang mebutuhkan perjuagan yang besar, agar ibadah kita bisa diterima disisi Allah, apalagi diawal puasa biasanya kita mengalami kondisi tubuh yang ngatuk dan lemas serta merasa tak bergairah untuk beraktifitas, namum ada beberapa tips cara sehat puasa dalam memilih menu sehat berbuka dan sahur dengan memilih

Cara sehat berpusa maka Isyah Allah puasa kita akan tetap lancar meskipun kita beraktifitas SS super sibuk, untuk menjaga tubuh tetap prima selama berpuasa, sahabat muslim hasbihtc dapat mencoba beberapa langkah hidup sehat sederhana berikut ini dalam mejalankan ibadah puasa dibulan suci ramadhan yuk kita baca bersama

Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa
Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa

Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa

6 Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa Berikut ini :
6. Lakukan perencanaan
Hal yang paling utama yang dilakukan adalah dengan membuat daftar belanja selama bulan puasa silakan mebuat perencanaan untuk menu sahur dan berbuka pilihlah makanan yang berbahan segar serta jauhi junk food yang mengandung banyak lemak.

5. Sahur sebelum waktu Subuh Imsak
Memang terasa berat menjalani aktivitas sahur di pagi buta mungkin agak terasa ringan bila kita telah terbiasa makan sahur untuk puasa sunnah senin dan kamis pada bulan-bulan sebelum Ramadhan makan sahur mendekati waktu imasak akan mencegah kita melewati waktu Subuh oleh karena itu, siapkan makan sahur sebelum tidur malam dengan membuat makanan yang praktis. Disarankan untuk memilih bahan makanan yang mengandung serat, karbohidrat kompleks, protein, serta vitamin, agar tubuh dapat memelihara rasa kenyang hingga saat berbuka.

4. Makan secukupnya saat berbuka
Ikuti Sunnah Rosul yakni berbuka dengan manisnya buah kurma serta secangkir minuman hangat. Saat berbuka puasa, makanlah secukupnya saja anda bisa melanjutkan kegiatan berbuka sesudah melakukan ibadah sholat Maghrib Makan secara bertahap ini akan membantu perut kita beradaptasi kembali mencerna makanan setelah seharian menahan lapar dan haus.

3. Kurangi minum kopi, teh, dan minuman bersoda
Minuman olahan seperti kopi, teh, dan minuman bersoda bisa meningkatkan produksi air seni sehingga dapat mengakibatkan sering pipis selain itu, minuman-minuman ini bisa mengeluarkan zat-zat yang diperlukan dalam tubuh.

2. Berolahraga ringan
Olahraga ringan ini diperlukan agar peredaran darah dalam tubuh tetap terjaga aktivitas berolahraga dapat mengubah cadangan energi atau lemak dalam tubuh menjadi glukosa dampaknya adalah badan akan terasa menjadi segar dengan demikian, rasa lesu, malas, dan mengantuk akan terusir saat kita menjalankan puasa Olahraga ringan ini dapat dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka.

1. Komsumsi makanan sehat
Jangan lupa untuk menambahkan selalu buah dan sayur segar pada menu sahur dan berbuka. Hal ini berguna untuk menjaga asupan serat dan vitamin ke tubuh tetap terpenuhi usahakan cukup minum agar tidak terkena dehidrasi dan sakit kepala di siang hari dan bau mulut

Demikianlah ulasan hasbihtc menganai Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan semoga dapat bermanfaat baca juga cara sehat ala Rasullullah.

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com