Sekolah Sehat Untuk Memudahkan Akses Air Bersih Dari Tanoto Foundation

HASBIHTC – Belakangan ini musim di Indonesia kian tidak beraturan. Terkadang musim kemarau berjalan terlalu lama. Sebaliknya tak jarang pula musim hujan yang menjadi terlalu panjang. Pada 2015 lalu, Jambi mengalami masa kemarau yang terlalu panjang. Akibatnya debit Sungai Batanghari kian mengecil.

Padahal, air sungai Batanghari merupakan sumber air bersih vital bagi masyarakat di Jambi. Namun, ketika debit air turun dari kondisi normal, 10 meter, menjadi tujuh meter, problem besar muncul. Air bersih kian sulit didapat.

sekolah sehat

Sekolah Sehat Untuk Memudahkan Akses Air Bersih

Sebagai solusi, masyarakat biasanya berinisiatif untuk membuat sumur dengan cara menggali sendiri. Namun, karena kemarau sedemikian parah, sumur gali buatan warga juga sering mengering. Ujung-ujungnya mereka kembali mengandalkan air dari Sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Situasi ini jelas tidak baik untuk kesehatan. Debit air yang menurun berpotensi membuat air sungai semakin kotor. Akibatnya beragam penyakit terkait kebersihan sanitasi bisa muncul.

Kondisi tersebut membuat Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto bergerak. Mereka berusaha memudahkan akses air bersih kepada masyarakat lewat program Sekolah Sehat yang dicanangkan.

Sejatinya program Sekolah Sehat merupakan bagian dari kegiatan Tanoto Foundation yang bertajuk Pelita Pendidikan. Aksi yang dilaksanakan di Sumatera Utara, Jambi, dan Riau ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas sekolah. Caranya ialah dengan memberi beragam pelatihan trhadap siswa dan guru maupun pemberian beasiswa.

Perbaikan fasilitas sekolah juga menjadi bagian dari Pelita Pendidikan. Maka, sadar terhadap keterbatasan akses air bersih di sejumlah sekolah di Jambi, Tanoto Foundation berinisiatif membuat sarana akses bersih dan toilet untuk kebersihan sanitasi. Hal itu dilakukan di beeberapa sekolah di antaranya SDN 170/I Kehidupan Baru, SDN 175/I Karya Mukti, SDN 176/I Karya Mukti, SDN 149/I Lebung Kato Ati, dan SDN 29/I Terusan.

Bersamaan dengan itu, Tanoto Foundation memanfaatkannya untuk praktik Kampanye Hidup Bersih dan Sehat di sekolah-sekolah. Anak-anak diajak untuk membiasakan diri mencuci tangan demi menjaga kebersihan.

Sarana air bersih yang ada di sekolah pada akhirnya tidak hanya berguna untuk siswa dan guru belaka. Masyarakat di sekitar sekolah juga merasa terbantu. Pasalnya, mereka jadi memiliki akses air bersih yang mudah. Salah satu contohnya adalah warga di desa Karya Mukti.

“Saya dan masyarakat Desa Karya Mukti yang tinggal di dekat sekolah sangat bersyukur dengan bantuan Tanoto Foundation. Kami tidak kesulitan dalam menghadapi kemarau panjang di tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata salah seorang warga bernama Thamrin.

Share It →