Profesi Guru Harus Lulusan S2 Sebelum Tahun 2015

JAKARTA – Hasbihtc.com – Pemerintah memberi jenjang waktu hingga akhir tahun 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hingga akhir tahun dua ribu dua belas, dan masih dijumpai sekitar 1.034.080 guru atau tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi pendidikan di bawah S1 atau D4 yakni D2

Hal tersebut diungkapkan oleh Setiawan Wangsaatmaja, beliau merupakan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dalam situs Setkab.

Ujarnya hari Minggu 14-7-2013 Pada Untuk memenuhi ketentuan kualifikasi minimal sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru diberi waktu sampai dengan akhir tahun 2015 untuk memenuhi kualifikasi minimal S1 atau DIV.

Profesi Guru Harus Lulusan S2 Sebelum Tahun 2015

Guru Harus Lulusan S2 Sebelum Tahun 2015

Guru Harus Lulusan S2 Sebelum Tahun 2015

Setiawan menjelaskan, guru dengan pendidikan di bawah S1 atau DIV khususnya yang telah menduduki pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d atau pangkat yang lebih tinggi, sampai dengan periode kenaikan pangkat Oktober 2015 dapat diberi kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi sepanjang memenuhi persyaratan angka kredit yang sudah ditentukan.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
Dan di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dijelaskan, bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, serta sehat jasmani dan rohaninya, Dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 8). Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat (Pasal 9).

Pasal 11 UU No. 14/2005
Adapun mengenai sertifikat guru disebutkan dalam Pasal 11 UU No. 14/2005 itu, bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah (ayat 1,2).

Pasal 45 UU No. 14/2005
Sementara ketentuan mengenai dosen tertuang dalam Pasal 45 UU No. 14/2005 itu, dosen memiliki kualifikasi akademik minimum: a. Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan b. Lulusan program doktor untuk program pascasarjana (ayat 2).

Pada Pasal 47 Ayat (1)
Pada Pasal 47 Ayat (1) ditambahkan, bahwa sertifikat pendidik untuk dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 diberikan setelah memenuhi syarat sebagai berikut: a.Memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun; b.Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli; dan c. Lulus sertifikasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999
Setiawan juga menjelaskan, permasalahan yang kini melekat di lapangan, berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki jabatan fungsional tertentu dengan pendididikan tertinggi DIII, maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d.

Untuk jabatan fungsional tertentu dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 revisi dari Permenpan Nomor 84 Tahun 1993, dinyatakan bahwa kualifikasi pendidikan yang disyaratkan adalah paling rendah Sarjana.

Permenpan Nomor 16 tahun 2009
Berdasarkan ketentuan Permenpan Nomor 16 tahun 2009, guru yang pendidikannya belum Sarjana maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. “Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi,” imbuh Setiawan.

Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno mengatakan, penilaian dan penetapan angka kredit guru (prestasi kerja) dilaksanakan paling kurang satu tahun sekali. Dengan pertimbangan kebijakan pemerintah untuk menerapkan kurikulum baru tahun 2013, yang dimulai pada tahun ajaran baru yaitu Juli 2013.

Dalam pertemuan rapat tersebut, Totok Suprayitno mengusulkan agar Permenpan Nomor 16 tahun 2009 diterapkan mulai Juli 2013, sehingga secara normatif, penilaian komprehensif terhadap pelaksanaan tugas guru berpedoman kepada tahapan kalender pendidikan, yakni mulai Juli tahun berjalan sampai dengan akhir priode Juni tahun berikutnya.

Seiring dengan hal tersebut, maka jabatan fungsional guru dan angka kreditnya sebagaimana diatur dalam Kepmenpan Nomor 84 tahun 1993 dapat diterapkan sampai dengan 30 Juni 2013. Sementara itu, guru yang akan naik pangkat periode Oktober 2013 hendaknya masih menggunakan angka kredit Kepmenpan Nomor 84 tahun 1993. Infomasi Mengenai Sebelum 2015, Profesi Guru Harus Lulusan S2 di Sadur dari tribunnews.com

   

8 thoughts on “Profesi Guru Harus Lulusan S2 Sebelum Tahun 2015

  1. utin P says:

    Guru harus lulus S2 ??? Bagus….agar menghasilkan SDM yg lebih bermutu, yakinkah pemerintah dngn guru lulusan S2 akan mengajar lebih baik???Apakah ada bantuan biaya dr pemerintah????

  2. amsiyah says:

    Guru harus lulus s2 sangat setuju karena tuntutan perkembangan zaman, namun sebelum ada peraturan, pemerintah seharusnya memfasilitasi PT yang bisa terjanggkau oleh guru2 khususnya guru SD agar tidak meninggalkan peserta didik dan pemerintah memberikan dana pendidikan , terus terang aja kami guru SD sangat bingung mau melanjutkan studi di mana, karena dengar-dengar guru SD yg S1nya bukan PGSD saja th 2015 disuruh sekolah lagi, kalau hanya S2 sembarang bisa si gak masalah, namun harapan kami seandainya melanjutkan studi ya yang sesuai profesinya sehingga akan bermanfaat dalam pembelajaran

  3. edo says:

    iya boleh2aj ,tapi pihak pmerintah harusmulai mengatur PT mana yg bisa diikuti berikan lampiran yg jelas spy guru2ini tdk memilih,apalg skrg banyak s2 kaki lima bagaiman itu mnertibannya???????

  4. dwi.ningtiyastuti says:

    waduh… mau kuliah lg??? repot bener.. hrsnya yg bkn kependidikan itu yg kuliah lg,khan byk tuh yg srtfkasi tp bkn S1 kpndidikan malah hukum kok msh bs ya… eh,skrg br mau dterapakn,repoooot

  5. norma says:

    sangat …. setuju, karena guru memang harus profesional salah satunya adalah melalui lembaga pendidikan.

  6. febriansyah says:

    kalau harus lulusan s2 baru bisa jadi guru, ini hanya membuat masyarakat jadi stres, apa memang ini kemauan negara kita, bagaimana dengan mahasiswa/i yang cuma mampu sampai s1 saja, itu saja sudah makan biaya yg cukup mahal, harusnya ini ditiadakan karna

  7. priyanto says:

    Thanks Atas Penjelasannya

  8. yuliana says:

    Haruskah S2 liniear dengan mata pelajaran yang kita ajarkan? Sementara mencari universitas yang terdapat S2 liniear dgn matapelajaran kita itu sulit? Sekalipun ada itu yg non pendidikan. Bagaimana donk??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>