Penerimaan CPNS Wilayah Sulawesi Selatan

HASBIHTC.COM – Penerimaan CPNS Sulawesi Selatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) resmi mengumumkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk perekrutan umum, Kamis 18 Juli kemarin, di Balai Kartini Jakarta. Di Sulsel, hanya pemprov dan enam kabupaten yang mendapatkan formasi CPNS.

Dari dua puluh empat kabupate kota yang berada di propinsi sulawesi selatan hanya 7 kabupaten yang memperoleh jatah dalam menerima CPNS. Selain pemprov Sulsel, beberapa kabupaten kota antara lain Kab. Luwu timur, CPNS Bantaeng, Kabupaten Pinrang, CPNS kab. Enrekang, menyusul penerimaan cpns Toraja Utara dan kota madiya Parepare. Sedangkan delapan belas kabupaten dan kota lainnya tidak bisa melakukan perekrutan penerimaan CPNS tahun ini. seperti kabupaten bulukumba, selayar, sinjai, Kab.Bone, Pangkep, Pinrang, dan kabupaten lainya yang ada di sulawesi selatan.

Penerimaan CPNS Wilayah Sulawesi Selatan

Penerimaan CPNS Wilayah Sulawesi Selatan

Penerimaan CPNS

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Muh. Azwar Abubakar mengungkapkan, untuk seleksi CPNS pelamar umum akan direncanakan memakai sistem computer assisted computer yang singkat (CAT) yang akan diselenggarakan oleh pihak BKN (Badan Kepegawaian Negara). Dan Untuk Pelaksanaan tes akan digelar dan dilaksanakan pada bulan sembilan (9) Hinga bula November.

Tahun ini sebanyak 295 instansi pemerintahan akan mengadakan seleksi penerimaan CPNS yang diterimah dari pelamar dari jalur umum. Pengumuman formasi kouta tiap tiap lowongan akan dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar minggu ketiga-keempat bulan Agustus 2013, dan dilanjutkan dengan pendaftaran,” Ucap Azwar saat memberikan arahan di gedung Balai Kartini Jakarta, tepatnya pada Hari Kamis delapan belas Juli lalu.

Dari Dua ratus sembilan puluh lima instansi yang akan menggelar seleksi CPNS, yang terdiri dari enam puluh sembilan kementerian/lembaga, tiga puluh pemerintah provinsi, serta seratus semilan puluh tujuh kabupaten/kota.

Rapat koordinasi nasional Kemenpan-RB kemarin, dihadiri raturan pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) se Indonesia. Selain membahas sistem perekrutan yang akan dipakai tahun ini dengan sistem CAT, juga diberikan langsung kuota yang didapatkan daerah masing-masing.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Eko Soetrisno seusai acara mengungkapkan, perekrutan CPNS jalur umum tahun ini akan memakai sistem yang diberi nama “CAT station”. BKN selaku pelaksana perekrutan telah menyiapkan sistem komputerisasi dengan kapasitas 140 komputer.

Di daerah juga telah siapkan 600 komputer yang tersebar di Dua Belas kantor regional (kanreg), masing-masing Lima Puluh komputer. Kedua belas Kanreg dimaksud adalah Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Manado, Pekanbaru, dan Jayapura (dalam proses). “CAT memang tidak didesain untuk pelaksanaan tes secara massal dan masif,” Ucap Eko

Sementara itu Kepala BKD Sulsel, Mustari Soba mengatakan, pihaknya bersyukur karena masih mendapat formasi untuk perekrutan umum tahun ini. Pemprov Sulsel mendapat jatah dua ratus dua puluh dua jenis formasi dari usulan sebelumny hanya sekitar 1.250 formasi.

Pemprov Sulsel memenuhi semua kriteria yang ditetapkan Kemenpan-RB. Salah satunya misalnya rasio belanja langsung atau belanja pegawai. Syarat lain, kombinasi antara pegawai kontrak dan pensiun masih dalam ratio yang berkesesuaian,” kata Mustari.

Makassar yang sangat berharap mendapat jatah perekrutan CPNS tahun ini gagal mendapat jatah. Kepala BKD Makassar Kasim Wahab yang ikut hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Agar Jaya, mengungkapkan, awalnya dia sangat optimis mendapatkan jatah mengingat, syarat utama yakni belanja pegawai harus di bawah rasio 50 persen sudah terpenuhi.

Ternyata kita gagal karena data Kemenpan-RB kombinasi antara pegawai kontrak dan pegawai pensiun tidak berkesesuaian. Pegawai kontrak dinilai terlalu besar, sementara angka pensiunan kecil,” terang Kasim.

Angka belanja langsung Kota Makassar juga ternyata melebihi di atas lima puluh persen, itu karena Kemenpan-RB ikut menghitung tunjangan sertifikasi guru senilai Rp240 miliar yang digelontorkan lewat APBD Kota Makassar. “Kami sisa konsentrasi formasi CPNS K-1 dan K-II. Insya Allah Makassar akan mendapatkan jatah ini lebih besar,” kata Kasim.

Sebelumnya BKD Kota Makassar sangat optimis bisa mendapatkan kuota CPNS umum tahun ini. Alasannya, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Kemenpan RB, Makassar masuk dalam kriteria yang bisa melakukan penerimaan CPNS  ini.

Salah satu kriteria yang dipersyaratkan untuk bisa menerima CPNS umum, yakni belanja pegawai harus di bawah 50 persen dari total belanja dalam APBD berjalan. Secara umum, Kasim mengaku Makassar sempat terdata belanja pegawainya di bawah lima puluh persen tersebut.

Ternyata data pemkot dan data pusat, menyebut angka belanja pegawai lebih dari lima puluh persen. Terpaksa kota makassar tidak dapat kuota formasi untuk pelamar umum, Jelas mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Makassar.

Kasim mengaku Sudah melakukan verifikasi ke Bagian Keuangan Pemkot Makassar. Hasilnya, angka belanja pegawai memang membengkak lantaran adanya tunjangan sertifikasi guru. Sekitar 5.000-an guru di Makassar telah tersertifikasi dan sebagian besar tahun ini tunjangannya baru dibayarkan. Setelah saya cross-check di Bagian Keuangan, tunjangan sertifikasi guru sejumlah Rp240 miliar menjadi penambah nilai poin belanja pegawai,” paparnya.

Alasan lain sehingga Makassar tak dapat kuota CPNS umum, yakni akibat adanya kombinasi jumlah tenaga kontrak dan PNS yang pensiun, tidak seimbang alias tidak berkesesuaian. Makanya, dari 1.000-an kuota umum CPNS yang diajukan ke pusat, tak satu pun yang direalisasi. (Info selengkapnya mengenai Penerimaan jurusan dan kouta yang akan di terima pada tiap tiap kabupaten dapat Anda lihat pada Media Massa Yang ada di Sulawesi Selatan, seperti Koran Fajar dan Tribun Timur)

Share It →