Paraga Permainan Tradisional Bugis Yang Mendunia

Paraga Permainan Tradisional Bugis, Selain kekayaan khazanah seni budaya, Indonesia menyimpan berbagai jenis olah raga rakyat yang sudah mendunia, Tak hanya pencak silat, sepaktakrow atau sepak bola rotan juga telah diganrungi masyarakat dunia perlu diketahui, bahwa takraw pertama kali muncul di Makassar, sulawesi selatan.

Saat Makassar masih berbentuk Kerjaan Gowa. Takwaw yang kala itu dipanggil paraga hanya boleh dimainkan para bangasawan inipun hanya digelar dilingkungan kerajaan. Namun sejak Islam masuk ke Kerajaan Gowa, Permainan ini perlahan-lahan bisa dinikmati rakyat biasa. Kentalnya corak islam bahkan masih melekat pada atraksi paraga.

Paraga Permainan Tradisional Bugis Makasaar Yang Mendunia

Paraga Bola Rotan Foto Atraksi paraga DOK. KOMPAS TV

Paraga Permainan dan Kesenian Tradisional Bugis

Setiap kali melakukan atraksi, para pemain kerap melafalkan Lailahaillah dengan nada teratur. Kini gerakan paraga terus berkembang dan menjadi sepaktakraw yang digemari berbagai kalangan di Makassar dan sulawesi selatan bahkan mendunia, Ini jelas menjadi kebanggan bangsa Indonesia.

Paraga, merupakan permainan dan olah raga sekaligus menjadi kesenian tradisional yang berasal dari kampung Bugis Makassar Sulawesi Selatan. Pemainan paraga ini sangat berbeda dengan permainan sepak takraw, permainan paraga ini dimainkan tidaklah untuk dipertandingkan. Paraga juga dimainkan secara beregu dengan jumlah anggota minimal 6 orang.

Dalam paraga, Bola rotan yang dipantul-pantulkan tidak hanya memakai kaki, tapi juga tangan dan kepala. Keberadaan passapu, topi segitiga yang dengan lapisan kanji supaya pasasspu dapat menegak, sangat membantu para pemain paraga saat melakukan olah bola dengan kepala. Para pemain paraga kadang memanfaatkan sarung merupakan bagian dari pakaian mereka guna untuk mengolah bola paraga.

Adapun posisi para pemain paraga dalam hal mengolah bola paraga sangat beragam. Mulai dari posisi berdiri, posisi duduk, posisi jongkok, hingga berbaring. Paraga pun dimainkan dalam berbagai formasi. Salah satunya formasi menara yang berbentuk dari tumpukan para pemain yang berdiri di atas bahu pemain lainya hingga berbentuk seperti menara.

Bola paraga juga berbeda dengan bola rotan yang kerap dipakai pada sepak takraw. Satu bola paraga utuh memiliki tiga lapis anyaman rotan. Satu lapis anyaman membutuhkan waktu pembuatan sekitar empat puluh lima menit lamanya. Jadi, dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengayam satu bola paraga. Jadi bila terdapat bagian bola paraga rusak, mereka bisa memperbaikinya.

Setelah bola paraga ini dibuat, bola paraga pun membuhtukan perlakuan secara khusus sebelum di mainkan. Konon bola paraga di beri mantra khusus oleh para guru atau para pemain yang sudah senior agar keselamatan dalam kekompakan para pemain tatap terjaga saat memainkan paraga.

Paraga merupakan permainan olah raga sekaligus kesenian tradisional bugis yang indah. Paraga selalu dimainkan dengan iringan musik yang terdiri dari gendang dan bambu juga colong-calong yakni alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan potongan kayu agar para pemain tetap bersemangat. Para pemain paraga pun bergerak kesana kemari dengan memantul-mantulkan bola dan menari sesuai dengan iringan tatabuhan musik yang dimainkan.