Kenali Gejala TBC Penyebab dan Cara Pengobatan TBC

HASBIHTCC.COM – TBC, Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Diketahui bahwa bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang dan menginfeksi paru-paru. Dalam penyembuhannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Penyakit tuberculosis (TBC) ini juga sangat menular. Sampai saat ini penyakit ini menjadi perhatian seluruh dunia. Diidentifikasi bahwa tidak ada satu negara pun yang bebas dari penyakit ini.

Gejala TBC Penyebab dan Cara Pengobatan TBC

Ayo Berantas TBC sumber img:myobatherbal

Gejala TBC Penyebab TBC Pengobatan TBC

Gejala Penyakit TBC

Seseorang yang terserang basil ini akan mengalami demam yang sedang tetapi berlangsung lama, lebih sering dirasakan pada malam hari yang disertai dengan keringat malam. Terkadang serangan demam juga disertai influenza dan bersifat timbul tenggelam. Gejala lain yang timbul, nafsu makan berkurang dan berat badan menjadi turun, batuk kurang lebih 3 pakan (biasanya disertai darah), perasaan sangat lemah.

Gejala Utama TBC

  • Batuk berdahak secara terus-menerus kurang lebih 3 pekan.
  • Gejala tambahan yang sering muncul
  • Batuk berdahak disertai darah
  • Nyeri pada dada dan terasa sesak
  • Demam sekitar 1 bulan lebih
  • Berkeringat pada malam hari tanpa sebab
  • Badan terasa sangat lemah
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan

Penyebab Infeksi TBC

Penyakit tuberculosis (TBC) ini diakibatkan oleh infeksi dari kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru, jantung, serta organ-organ tubuh yang lain. Tetapi lebih sering menginfeksi paru-paru. TBC sangat mudah menular, dapat lewat cairan di saluran pernapasan yang keluar ke udara lewat batuk/bersin kemudian dihirup orang-orang disekitarnya. Namun, tidak semua orang juga dapat diserang, misalnya seseorang yang mempunyai kekebalan tubuh yang kuat. Karena kuman menjadi “tidak aktif” jadi penyakit tidak muncul. Pada saat tubuh menjadi lemah makan kuman tersebut akan mengalami aktivasi (reaktivasi) sehingga akan menimbulkan munculnya penyakit TBC.

kuman Mycobacterium tuberculosis

Photo kuman Mycobacterium tuberculosis sumber img:bioquell.ie

Infeksi kuman TBC paling sering menyerang paru-paru, dan biasanya muncul tanpa ada gejala. Penderita TBC paru-paru juga lebih mudah menularkan penyakit ini kepada orang lain melalui udara yang yang dihembuskannya. Kuman TBC dengan mudah akan merusak jaringan paru-paru dan menimbulkan gejala yang menandakan penyakit semakin parah.

Pengobatan Penyakit TBC

Jika seseorang terserang bakteri TBC alangkah baiknya untuk rutin berobat. Pengobatan TBC ini merupakan pengobatan jangka panjang. Kondisi penderita yang sudah terinfeksi kuman ini harus tekun meminum obat dan kontrol ke dokter untuk sembuh. Pada awal pengobatan sekitar 2-3 pekan, gejala TBC akan berangsung hilang. Namun biasanya penderita langsung berhenti untuk berobat, karena menganggap dirinya sudah sehat.

Pengobatan TBC harus dituntaskan hingga benar-benar sembuh total, jika tidak maka akan sangat berbahaya karena obat-obatan yang digunakan belum tentu mempan untuk TBC (Resisten). Maka dari itu pengobatan harus benar-benar diperhatikan.

Pengobatan untuk penderita biasanya menimbulkan efek samping, jadi jangan kaget jika terjadi hal-hal seperti nyeri pada bagian perut, penglihatan dan pendengaran terganggu, air kencing pekat (warnanya) seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kulit memerah. Selain itu, kaki atau tangan terasa panas, perasaan lemas, dan tidak jarang mata dan kulit terlihat kuning.

Jika gejala efek samping timbul, selalulah berkonsultasi kepada dokter. Sehingga dokter akan menyesuaikan dosis yang seharusnya diberikan, mengganti obat dengan obat yang lain, dan jika diperlukan pemeriksaan laboratorium harus dilakukan.

Mengobati TBC memang memerlukan kesabaran dan keuletan, sebaiknya juga terus diatur oleh dokter yang menangani agar tidak terjadi infeksi lanjutan. Jika tidak ingin terjangkit bakteri penyebab Tuberculasis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut beberapa cara untuk mencegah penularan TBC:

  • Menghindari kontak langsung dengan penderita TBC aktif
  • Rutin berolahraga, memakan makanan yang bergizi, menjaga standar hidup yang sehat.
  • Pemeberian vaksin BCG, yang diberikan kepada balita.
  • Bagi yang pernah menderita penyakit ini, tidak menuntut kemungkinan bakteri tidak akan kembali menginfeksi. Sehingga harus tetap menjaga kesehatan dan rutin berkonsultasi.

Tidak ada yang bisa menolong jika diri kita sendiri yang tidak berusaha. Namun dengan bantuan dan dorongan orang-orang terdekat akan membuat penderita memiliki semangat untuk menjalani pengobatan. Semoga informasi mengenai gajala, penyebab dan pengobatan TBC ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com