Berita Perbankan Terlengkap: Menyambut Lebaran BI Yogyakarta Siapkan Uang Baru Hingga Rp 7,9 Triliun

HASBIHTC – Menurut info dari berita bisnis terbaru hari ini di Indonesia terlengkap Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan bahwa pihaknya kini sudah menyiapkan uang rupiah selama bulan suci Ramadan sampai dengan hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 25-26 Juli 2017 mendatang khusus di wilayah Yogyakarta.

Menyambut Lebaran BI

Total pihak BI sudah menyiapakan uang baru sebesar Rp 7,9 triliun. Jumlah itu ditetapkan setelah dilakukan pertimbangan dengan seluruh pihak perbankan DIY. Berdasarkan proyeksi kebutuhan yang dibahas pada perkumpulan tersbeut akhrinya ditetapkan jumlah Rp 7,9 triliun rupiah uang baru akan diterbitkan kepada masyarakat Yogyakarta.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI di Yogyakarta mengungkapkan bahwa “Ada kenaikan 13 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap pemilik nama Budi Hanoto ini pada Senin (5/6/2017) petang kemarin.

Budi Hanoto juga menyebutkan bahwa peningkatan penyediaan uang rupiah tahun ini disebabkan oleh hari Raya Idul Fitri yang jatuh bersamaan dengan tibanya libur panjang dan libur kenaikan kelas.

Pihak BI juga mengungkapkan bahwa tidak akan melayani penukaran uang baru untuk masyarakat secara langsung hal ini menurut info dari berita perbankan terlengkap. Pelayanan penukaran uang baru harus dilakukan lewat bank BI dan dapat pula lewat kas keliling resmi milik BI. Penukaran uang baru ini sama sekali tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

“Setiap mobil kas keliling milik kami (BNI) sudah diberi modal sebanyak Rp 380 juta. Selain itu jumlah mobil kas keliling setiap bank akan berbeda-beda tergantung dari pengajuan mereka,” ucap Budi menambahkan.

Ia juga tidak merekomendasikan kepada masyarakat untuk melakukan penukaran uang baru ke calo-calo atau perorangan yang biasanya menjajakan daganganya di pinggir jalan. Menurut info dari berita bisnis terbaru di Indonesia terlengkap, alasan Budi mengatakan hal tersebut adalah karena para calo-calo penukaran uang yang ada di pinggir jalan tersebut mematok sejumlah harga alias memungut biaya. Sehingga kegiatan legal seperti itu dapat mengganggu kredibilitas kerja bank. Khsusnya BI yang ada di wilayah Yogyakarta.

Share It →