6 Tips Agar Doa Kita Terkabulkan Oleh Tuhan YME

6 Tips Agar Doa Kita Terkabulkan Oleh Tuhan YME, Allah SWT menganjurkan kita berdoa dan berjanji akan memperkenankannya tetapi, kenyataannya tidak semua yang kita minta dikabulkan Allah SWT. Ada permohonan yang telah bertahun tahun kita panjatkan, baru dikabulkan, dan ada pula doa yang tidak pernah dikabulkan sampai sesorang itu meninggal dunia. Sebaliknya, ada doa yang hanya sebentar kita mohonkan, lalu dikabulkan. Apa yang menyebabkan doa itu diperkenankan dan apa pula yang menyebabkannya ditolak? berikut ini merupakan sedikit tips cara agar doa kita terkabulkan silahkan disimak di blog hasbihtc

Tips Agar Doa Kita Terkabulkan

Gambar Orang Minta Doa

Agar Doa Kita Terkabulkan Oleh Tuhan YME

Allah Ta’ala berfirman, QS. Al-Baqarah : 186 yang artinya Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran. Lantas bagimana caranya biar kita doa kita terkabul? Berikut beberapa kiat agar do’a kita terkabul.

1. ORANG IKHLAS
Keikhlasan merupakan poros semua amalan dan ibadah, termasuk dalam berdoa. Doa orang yang ikhlas, akan lebih didengar dan diperhatikan oleh Allah. Allah Subhanahu wa ta’alla berfirman, QS. Ghafir : 14 yang artinya:

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”

Dari Abdurrahman bin Yazid bahwa dia berkata, “Ar-Rabii’ datang kepada Alqamah pada hari jumat dan jika saya tidak ada dia akan memberikan kabar kepada saya, lalu Alqamah bertemu dengan saya dan berkata, ‘Bagaimana pendapatmu tentang apa yang dibawa oleh Rabii’?’ Dia menjawab, Berapa banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan? Karena Allah tidak menerima kecuali doa yang ikhlas.’ Saya berkata, Bukankah itu telah dikatakannya? Dia berkata, Abdullah mengatakan bahwa Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum’ah, riya, dan main-main, tetapi Allah menerima doa orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya.” -HR. Bukhari-

2. HINDARI BERDOA UNTUK DOSA
Tidak berdoa untuk sesuatu yang dosa dan memutus silaturahim dari Abu Said, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi antar kerabat, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
1. Allah akan segera mengabulkan do’anya.
2. Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak.
3. Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.

Para sahabat lantas mengatakan, Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata:

Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” -HR. Ahmad, derajat hasan-

Kata Syaikh Al-Mubarakfuri yang dimaksud “tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa” artinya berdoa untuk kemaksiatan seperti, “Ya Allah, takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan”, sementara si fulan itu tidak berhak dibunuh atau “Ya Allah, berilah aku rizki untuk bisa minum khamr”. Atau berdoa untuk memutus silaturahim. Suatu contoh, “Ya Allah, jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudara-saudaraku”. Doa tersebut merupakan bentuk pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri menjelaskan bahwa memutus silaturahim bisa berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi, dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga.

3. MAKAN DARI BARANG HALAL
Hendaknya makanan dan pakaian dari yang halal dan bagus Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyebutkan, “ Seorang lelaki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat tangan ke langit tinggi-tinggi dan berdoa, ‘Ya Rabbi, ya Rabbi sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimanakah doanya bisa terkabulkan ?” -HR. Muslim-

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, silaturahim dan yang lainnya, yang bepergian untuk kebaikan aja bisa ditolak, apalagi yang berbuat maksiat. Makanya jaga diri dari makanan, minuman, pakaian haram serta jauhi perbuatan yang tidak disukai Allah.

4. TIDAK TERGESA-GESA DALAM BERDOA
Tidak terburu-buru dalam menunggu terkabulnya doa Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu selagi tidak tergesa-gesa, yaitu ia mengatakan, ‘Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan’.” (Mutaffaqun ‘alaih)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Yang dimaksud dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan’, yaitu seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Allah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya.”

Syaikh Al-Mubarafakturi menjelaskan bahwa Imam Al-Madzhari berkata, “Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah, baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah. Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa itu dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya. Sehingga, segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi.

Atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala, atau boleh jadi doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa. Sebab Allah sangat senang terhada orang yang rajin berdoa, karena doa memperlihatkan sikap yang rendah diri, menyerah, dan merasa membutuhkan Allah. Orang yang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan dikabulkan doanya.

Allah berfirman, QS. Ghafir : 60
Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu.

Banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan, seandainya ayat tersebut sesuai dengan zhahirnya (tekstualnya) pasti tidak mungkin doa tersebut ditolak. So, lalu apa maksudnya ? Dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda HR. Tirmidzi, hasan shahih Yg Artinya:

Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti akan mengabulkan atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisal.

5. BERDOA DENGAN HATI YANG KHUSYU
Hendaknya berdoa dengan hati yang khusyu dan yakin doanya pasti akan dikabulkan Allah Ta’ala berfirman QS Al-A’raf : 55 Yang Artinya:

Berdoalah kepada Rabb-mu dengan tadharru (berendah diri) dan suara yang lembut.

Dari Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Hati itu laksana wadah dan sebagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya. Apabila kalian memohon kepada Allah maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” HR Ahmad

Syaikh Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan kalian yakin akan dikabulkan” adalah pengharusan. Artinya, berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi sebab terkabulnya doa. Imam Al-Madzhari menjelaskan bahwa hendaknya orang yang berdoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya.

Sedangkan yang dimaksud “hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya.

Seandainya ada yang mengatakan, sebagian ada doa yang terkabul dan sebagian yang tidak maka bagaimana kita bisa yakin? Jawabannya, bahwa orang yang berdoa pasti akan dikabulkan dan permintaannya pasti akan diberikan kecuali bila dalam catatan azali Allah doa tersebut tidak dikabulkan. Akan tetapi, mungkin dia akan dihindarkan dari musibah semisalnya, diganti pahala, atau ditinggakan derajat di akhirat.

6. WAKTU ISTIMEWA UNTUK BERDOA
Memanfaatkan waktu yang utama untuk berdoa Allah menciptakan waktu dengan kemuliaan yang berbeda-beda. Itulah sebabnya Allah bersumpah atas keberadaan jenis waktu yang berbeda. Ada waktu demi masa, demi waktu dhuha, demi malam, demi siang, dsb. Adapun waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa di antaranya :

  1. SEPERTIGA MALAM TERAKHIR
  2. BERBUKA PUASA BAGI YANG BERPUASA
  3. SETIAP SELESAI SHALAT FARDU
  4. SAAT PERANG BERKECAMBUK
  5. SESAAT PADA HARI JUMAT
  6. PADA WAKTU BANGUN TIDUR MALAM HARI
  7. SEBELUM TIDUR DALAM KEADAAN SUCI
  8. DIANTARA ADZAN DAN IQOMAH
  9. PADA WAKTU SUJUD DALAM SHALAT
  10. SAAT SEDANG TURUN HUJAN
  11. SAAT AJAL TIBA
  12. MALAM LAILATUL QADR
  13. PADA HARI ARAFAH

Demikianlah Tips Agar Doa Kita Terkabulkan semoga bermanfaat dan terakhir, janganlah bersedih bila doa kita belum terkabul. Yang pasti jangan menyerah untuk selalu berdoa. Yakinlah bahwa skenario Allah tak pernah salah. Sumber Dan Referensi websiteremajaislam

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com